Senin, 01 Juni 2015

Telnet SSH

Tugas Pendahuluan - Network Scanner dan Probing

A.   TUJUAN PEMBELAJARAN
1.      Melakukan instalasi nmap
2.      Mengenalkan tentang penggunaan aplikasi nmap untuk melakukan scanning dan probing pada host
3.      Mengenalkan tentang penggunaan aplikasi nmap untuk melakukan scanning dan probing pada sebuah jaringan
4.      Membaca hasil outputdari nmap

       B.  DASAR TEORI

Pada pemrograman berbasis socket, server adalah host yang menyediakan sebuah layanan (service) dan client adalah host yang mengakses atau menggunakan layanan tersebut. Soket sendiri adalah gabungan dari alamat IP dan nomor port, salah satu contohnya adalah layanan mail di kampus menggunakan socket 202.9.85.49:25. Alamat IP dari layanan adalah 202.9.85.49 dengan nomor port 25 (layanan berbasis protocol SMTP). Atau dengan kata lain host dengan IP 202.9.85.3 membuka port nomor 25 untuk menyediakan layanan SMTP. Pada praktikum kali ini kita melakukan pemindaian terhadap port-port (port-scanning) yang terbuka pada suatu host. Layanan jaringan dapat diserang dalam berbagai cara. Aplikasi layanan sendiri mungkin mempunyai beberapa kelemahan seperti kesalahan pemrograman, penggunaan autentikasi / password yang lemah, sensitive data tidak terenkripsi atau mengijinkan koneksi dari berbagai alamat IP dan lain sebagainya. Kelemahan-kelemahan tersebut memungkinkan host yang menyediakan layanan tersebut rentan terhadap serangan. Oleh karena itu sebaiknya host hanya menyediakan layanan yang diperlukan saja, atau dengan kata lain meminimalkan port yang terbuka.
Pemindaian Port sebagai langkah awal untuk meretas layanan jaringan
Port Scanner merupakan program yang didesain untuk menemukan layanan (service) apa saja yang dijalankan pada host jaringan. Untuk mendapatkan akses ke host, penyerang harus mengetahui titik-titik kelemahan yang ada. Sebagai contoh, apabila penyerang sudah mengetahui bahwa host menjalankan proses SMTP server, ia dapat menggunakan kelemahan-kelemahan yang ada pada SMTP server untuk mendapatkan akses. Dari bagian ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa layanan yang tidak benar-benar diperlukan sebaiknya dihilangkan untuk memperkecil resiko keamanan yang mungkin terjadi.
Pemindaian dengan menggunakan aplikasi Nmap
Nmap (“Network Mapper”) adalah sebuah tool open source untuk eksplorasi dan audit keamanan jaringan. Nmap menggunakan paket IP raw untuk mendeteksi host yang terhubung dengan jaringan dilengkapi dengan layanan (nama aplikasi dan versi) yang diberikan, sistem operasi (dan versi), apa jenis firewall/filter paket yang digunakan, dan sejumlah karakteristik lainnya. Output Nmap adalah sebuah daftar target host yang diperiksa dan informasi tambahan sesuai dengan opsi yang digunakan. Berikut adalah beberapa informasi tambahan yang menarik untuk ditelaah :
1.      nomor port
2.      nama layanan
3.      status port : terbuka (open), difilter (filtered), tertutup (closed), atau tidak difilter (unfiltered).
4.      nama reverse DNS
5.      prakiraan sistem operasi
6.      jenis device, dan
7.      alamat MAC.
Tipe-tipe pemindaian dengan menggunakan Nmap connect scan (-sT)
Jenis scan ini konek ke port sasaran dan menyelesaikan three-way handshake (SYN, SYN/ACK, dan ACK). Scan jenis ini mudah terdeteksi oleh sistem sasaran.
-sS (TCP SYN scan)
Paling populer dan merupakan scan default nmap. SYN scan juga sukar terdeteksi, karena tidak menggunakan 3 way handshake secara lengkap, yang disebut sebagai teknik half open scanning. SYN scan juga efektif karena dapat membedakan 3 state port, yaitu open, filterd ataupun close. Teknik ini dikenal sebagai half-opening scanning karena suatu koneksi penuh TCP tidak sampai terbentuk. Sebaliknya, suatu paket SYN dikirimkan ke port sasaran. Bila SYN/ACK diterima dari port sasaran, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa port itu berada dalam status LISTENING. Suatu RST/ACT akan dikirim oleh mesin yang melakukan scanning sehingga koneksi penuh tidak akan terbentuk. Teknik ini bersifat siluman dibandingkan TCP connect penuh, dan tidak aka tercatat pada log sistem sasaran.
TCP FIN scan (-sF)
Teknik ini mengirim suatu paket FIN ke port sasaran. Berdasarkan RFC 793, sistem sasaran akan mengirim balik suatu RST untuk setiap port yang tertutup. Teknik ini hanya dapat dipakai pada stack TCP/IP berbasis UNIX.
TCP Xmas Tree scan (-sX)
Teknik ini mengirimkan suatu paket FIN, URG, dan PUSH ke port sasaran. Berdasarkan RFC 793, sistem sasaran akan mengembalikan suatu RST untuk semua port yang tertutup.
TCP Null scan (-sN)
Teknik ini membuat off semua flag. Berdasarkan RFC 793, sistem sasaran akan mengirim balik suatu RST untuk semua port yang tertutup.
TCP ACK scan (-sA)
Teknik ini digunakan untuk memetakan set aturan firewall. Dapat membantu menentukan apakah firewall itu merupakan suatu simple packet filter yang membolehkan hanya koneksi-koneksi tertentu (koneksi dengan bit set ACK) atau suatu firewall yang menjalankan advance packet filtering.
TCP Windows scan
Teknik ini dapat mendeteksi port-port terbuka maupun terfilter/tidak terfilter pada sistem sistem tertentu (sebagai contoh, AIX dan FreeBSD) sehubungan dengan anomali dari ukuran windows TCP yang dilaporkan.
TCP RPC scan
Teknik ini spesifik hanya pada system UNIX dan digunakan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi port RPC (Remote Procedure Call) dan program serta normor versi
C.    MENGGUNAKAN NMAP (options)
1.        –sL à List Scan - simply list targets to scan
2.        –sP à Ping Scan - go no further than determining if host is online
3.        –v à Increase verbosity level (use twice or more for greater effect)
4.        –F à Fast mode - Scan fewer ports than the default scan
5.        –sV à Probe open ports to determine service/version info
6.        –sC à equivalent to --script=default
            7.        –sS/sT/sA/sW/sM à TCP SYN/Connect()/ACK/Window/Maimon scans

======================================================================

PERCOBAAN PRAKTIKUM
  1. Masuk ke server 10.252.108.132 dengan perintah ssh student@10.252.108.132Kemudian masuklah sebagai privilege sebagai "root" dengan perintah su-
  2. Kemudian tampilkan informasi server berupa informasi CPU, RAM, Harddisk Size, partisi, gateway. Informasi Server :
    a) CPU
    - Perintah cat /proc/cpuinfo digunakan untuk menampilkan informasi CPU, melihat file pada /proc directori yang bukan merupakan file nyata (not real files).

    b) RAM
    - Perintah cat /proc/meminfo digunakan untuk melihat penggunaan memori komputer

    - Perintah free –m digunakan untuk menampilkan RAM yang belum terpakai sistem, dalam hitungan megabyte

    c) Harddisk Size
    - Perintah blkid digunakan untuk menampilkan blok partisi detail dengan UUID-nya
    - Perintah fdisk –l digunakan untuk cek partisi di disk. Fdisk dapat menampilkan partisi dan detail filesystem serta ukuran untuk masing-masing partisi.

    d) Partisi
    - Perintah lsblk digunakan untuk menampilkan disk partisi detail dengan blok disk/partisinya


    e) Gateway
    - Perintah route –n digunakan untuk menampilkan tabel routing
  3. Mengubah ke IP Static dengan melakukan konfigurasi IP Address dari interface eth0, maka editlah network interface dengan cara mengetikkan perintah  nano /etc/network/interfaces.
    Simpan pengaturan dengan cara menekan tombol "ctrl+x" dan tekan Enter. 
  4. Untuk menerapkan pengaturan tersebut maka caranya dengan merestart Network Interface dengan mengetikkan perintah /etc/init.d.d/networking restart pada terminal. Kemudian cek Network Interface apakah sudah berubah seperti konfigurasi yang kita terapkan tersebut dengan mengetikkan perintah ifconfig.
  5. Lakukan pengetesan dengan melakukan "ping"
Percobaan 1 : Installasi dan Konfigurasi Telnet
1.      Masuk sebagai user root
2.      Install telnetd dengan perintah : #apt-get install telnetd
3.  Selama installasi telnetd terdapat message pilihan installasi telnetd lewat standalone atau lewat inetd, jika anda pilih standalone maka telnet akan berjalan sendiri sebagai daemon. Jika anda pilih inetd maka telnet berjalan lewat daemon xinetd, hal ini akan membuat efisien memory karena pengaturan layanan telnet diatur oleh xinetd tidak perlu mengaktifkan service sendiri.
4.  Jika anda pilih standalone lanjutkan ke langkah 6, jika anda pilih inetd maka selanjutnya jalankan percobaan 5.
5.   Untuk yang pilih telnet lewat inetd, masuk ke file kongurasi /etc/inetd.conf, pastikan konfigurasi telnetd diaktifkan. 

Hal ini perlu dilakukan karena secara default telnetd dinonaktifkan karena tidak aman. Lakukan editing dengan menggunakan gedit, vim atau text editor lainya cari baris seperti berikut :
#telnet stream tcp nowait telnetd.telnetd /usr/sbin/tcpd/usr/sbin/in.telnetd
Dan hilangkan tanda uncomment shg menjadi
telnet stream tcp nowait telnetd.telnetd /usr/sbin/tcpd /usr/sbin/in.telnetd
kemudian simpan dan keluar dari text editor.
Restart service inetd menggunakan perintah /etc/init.d/openbsd-inetd restart
6.   Menjalankan telnet melalui komputer lain yang terhubung, masukkan user dan password dari komputer yang diakses. 

Percobaan 2 : SSH Tanpa Password
1.      Selesai melakukan uji coba ssh, lakukan konfigurasi langkah-langkah dibawah ini sehingga memungkinkan login ssh tanpa password
2.   Buat ssh keygen : 

Selama installasi akan diminta memasukkan passphrase/key silahkan masukkan, Jika ingin pengaturan default cukup tekan enter.
3. Kopikan public-key user ke computer lain. Ketika anda pertanyaan tekan enter jangan memasukkan key apapun . Sebelumnya pastikan terdapat nama user yang sama antar dua computer yang akan koneksi ssh. Jika belum ada user yang sama buat user terlebih dahulu. 

4.  Untuk membuktikan ssh tanpa password berhasil, Coba melakukan login ssh ke komputer tujuan (computer yang dibackup) seharusnya tidak perlu ada user dan password langsung masuk. Jika installasi berhasil maka tidak perlu memasukkan nama user dan password cukup tekan enter.
      Pada gambar dibawah telah dicoba ssh tanpa password ke computer 10.252.108.44.

Percobaan 3 : Installasi dan Konfigurasi Sudo
         Sudo adalah sebuah perintah dalam command-line Linux. Apabila anda memiliki akses root, maka sudo akan melakukan perintah sebagai superuser. Pengguna sudo dan perintah-perintah yang dapat mereka pergunakan terdapat pada file konfigurasi, /etc/sudoers. Apabila seorang pengguna yang tidak berhak mencoba menjalankan perintah, sudo akan memberitahu administrator melalui e-mail. Secara default, pemberitahuan peringatan ini akan disimpoan di akun root.Pengguna yang mencoba menjalankan perintah akan diminta mengisikan password.Setelah terotentifikasi, sudo akan membuat timestamp untuk pengguna.Selama 5 menit, pengguna akan dapat mengeksekusi perintah-perintah, sampai di akhir menit ke 5 akan diminta untuk mengisikan password. Grace period ini dapat di overwrite dengan mengubah setting pada file /etc/sudoers.
1.      Masuk sebagai user root
2.      Install sudo dengan perintah : #apt-get install sudo
3.  Setelah diinstal, dicoba langsung melakukan salah satu perintah milik root yaitu ifconfig dengan sudo. Hasilnya setelah memasukkan password student, perintah tak dapat dijalankan, karena student belum terdaftar sebagai pengguna yang dapat menggunakan sudo.

4. Untuk mengatasi masalah diatas, perlu dilakukan konfigurasi file sudoers, dengan menambahkan kode agar pengguna mampu menggunakan sudo untuk menggunakan perintah milik root.
5.  Setelah student terdaftar, sekarang dapat menggunakan sudo untuk melakukan perintah ifconfig yang merupakan perintah milik root.
Percobaan 4 : Installasi dan Konfigurasi v
VNC (Virtual Network Connection) adalah software yang dapat digunakan untuk meremote atau melihat aktivitas kerja dan berinteraksi dengan satu komputer melalui komputer lain dalam jaringan lokal maupun internet. Tujuan dari membangun VNC ini sendiri adalah untuk mempermudah dalam pengawasan atau memonitoring system kerja. Salah satu cara menghubungkan komputer server dan client yang memikiki OS berbeda dengan cara metode eksperimental yaitu komputer server bersistem operasi Linux dapat di kontrol oleh komputer client yang bersistem operasi Windows. Sehingga semua program yang ada di komputer server dapat disharing ke komputer client yang bersistem operasi Windows.
1.      Menginstal xfce4 sebagai interface untuk virtual network computing yang akan diinstal selanjutnya.
2.  Setelah itu menginstal vnc4server sebagai virtual network computing yang akan diakses dari client.
3.     Setelah semua terinstal, sebuah vncserver diaktifkan hanya sebagai pengaktifan awal.
4.     Kemudian vncserver dimatikan lagi
5. Setelah diaktifkan, terbentuk sebuah file konfigurasi xstartup. File tersebut dapat ditambahkan beberapa kode yang berguna untuk mengatur apa saja yang ditampilkan, seperti gui, console, dan lain-lain.
6.  Kemudian mengaktifkan kembali vncserver dan mengingat nomor port virtual network computing yang telah diaktifkan.
7.  Kemudian membuka remote vnc dari client dengan mengakses ip server yang diikuti port vnc yang telah diingat tadi.
8.  Jika berhasil, akan tampak tampilan vnc yang tampil sesuai pengaturan file xstartup pada server.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar